Selamat Datang

Terima kasih sudah mau berkunjung ke blog ini. Semoga isinya dapat membantu Anda dan bermanfaat.

Selasa, 23 Oktober 2012

KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica)




PENGERTIAN
Kangkung air (Ipomoea aquatica) adalah tumbuhan akuatik yang sering digunakan orang sebagai sayuran. Kangkung termasuk dalam keluarga Kangkung-kangkungan (Family Convolvulaceae). Berikut adalah klasifikasi kangkung air dalam taksonomi tumbuhan.
Kingdom        : Plantae
Divisio            : Spermatophyta
Sub Divisio    : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Ordo                : Convolvulales
Famili              : Convolvulacae
Genus              : Ipomoea
Spesies            : Ipomoea aquatica

ANATOMI
Struktur Sel Akar
Pada struktur akar kangkung masih terdapat empulur. Seperti struktur akar tumbuhan yang lain, akar kangkung juga memiliki epidermis, endodermis, korteks, serta pembuluh pengangkut (xylem dan floem).  Tipe berkas pengangkut radial, tipe tetra arch dengan rongga-rongga udara pada daerah korteks. Kangkung merupakan salah satu tumbuhan yang berakar serabut.
Struktur Sel Batang
Batang terdiri atas peridermis, korteks dan stele. Berkas pengangkut tipe bikolateral, dimana terdapat floem luar, xilem dan floem dalam. Batang kangkung tersusun atas sel aerinkim atau parenkim aerob, batang kangkung berwarna hijau sehingga mengandung kloroplas. Hal ini membuktikan bahwa batang kangkung juga melakukan fotosintesis. Pada batang kangkung empulurnya mengalami perombakan(tidak terdapat empulur) sehingga bagian tengahnya berlubang dan dibatasi oleh ruas (buku), hal ini mendukung fungsinya sebagai tumbuhan air yang memiliki kemampuan untuk mengapung.
Struktur Sel Daun
Bagian permukaan bawah daun banyak terdapat stomata bertipe parasitik, hal ini disesuaikan dengan habitatnya di air. Pada daun juga banyak terdapat klorplas yang didalamnya terdapat klorofil untuk berfotosintesis. Daun terdiri atas epidermis atas, mesofil dan epidermis bawah. Stoma tipe panerofor, parasitic dengang 2 sel tetangga. Pada kangkung dimana aerasi menjadi masalah terdapat aerenkim pada akar yang nampak mencolok (besar) dan adanya rongga pada daerah empulur batang yang diduga terkait dengan aerasi internal

MORFOLOGI
Akar
Tanaman kangkung memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang-cabangnya akar menyebar kesemua arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60 hingga 100 cm, dan melebar secara mendatar pada radius 150 cm atau lebih.
Batang
Batang kangkung bulat dan berlubang, berbuku-buku, banyak mengandung air (herbacious) dari buku-bukunya mudah sekali keluar akar. Memiliki percabangan yang banyak dan setelah tumbuh lama batangnya akan merayap (menjalar). Warna batangnya lebih hijau pekat daripada warna daun.
Daun
Kangkung memiliki tangkai daun melekat pada buku-buku batang dan di ketiak daunnya terdapat mata tunas yang dapat tumbuh menjadi percabangan baru. Bentuk daun umumnya runcing ataupun tumpul, permukaan daun sebelah atas berwarna hijau tua, dan permukaan daun bagian bawah berwarna hijau muda.
Bunga
Bunganya menyerupai terompet dan daun mahkota bunga berwarna putih atau merah lembayung.
Buah
Buah kangkung berbentuk bulat telur yang didalamnya berisi tiga butir biji. Bentuk buah kangkung seperti melekat dengan bijinya. Warna buah hitam jika sudah tua dan hijau ketika muda. Buah kangkung berukuran kecil sekitar 10 mm, dan umur buah kangkung tidak lama. Bentuk biji kangkung bersegi-segi atau tegak bulat. Berwarna cokelat atau kehitam-hitaman, dan termasuk biji berkeping dua. Kangkung air memiliki biji yang sedikit sehingga untuk memperbanyak tanaman ini biasanya digunakan cara stek.

FISIOLOGI
Secara fisiologi, kangkung air dapat menghasilkan metabolit sekunder yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Kangkung air merupakan tanaman yang mengandung serat tinggi. Selain itu tanaman kangkung juga banyak mengandung vitamin A dan C serta mineral terutama zat besi yang berguna untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh manusia (Dibiyantoro 1996).
Kangkung air diduga memiliki mengandung komponen bioaktif yang sangat berguna bagi tubuh. Kangkung telah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional di kalangan masyarakat, namun masih belum cukup informasi untuk menjelaskan hal-hal tersebut secara ilmiah. Kangkung air merupakan salah satu objek yang penting dan menarik untuk diuji komponen bioaktif dan aktivitas antioksidan alami yang terkandung di dalamnya. Antioksidan merupakan bahan atau senyawa yang dapat menghambat atau mencegah terjadinya oksidasi pada substrat yang mudah teroksidasi dan telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.
Bagian tanaman kangkung yang mengandung banyak gizi terletak pada batang muda dan pucuknya. Kangkung memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi karena didalamnya terdapat :
·         Vitamin A, B1, C, K protein
·         Kalori (energi), karbohidrat, protein, dan lemak
·         Mineral dan zat penting, misalnya zat besi, kalsium, fosfor, asam amino dan karoten.

Ekologi
Habitat alami kangkung air adalah di perairan yang tergenang.  Kangkung biasanya tumbuh liar (secara alami) di sawah, parit tepi sungai atau bahkan di parit. Tumbuhan ini kebanyakan tumbuh di daerah tropis dan subtropis, beberapa tumbuh di daerah sedang (Lawrence, 1951). Kangkung termasuk tumbuhan hidrofit yang sebagian tubuhnya di atas permukaan air dan akarnya tertanam di dasar air, mempunyai rongga udara dalam batang atau tangkai daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun muncul ke permukaan air.
Kangkung termasuk suku Convolvulaceae, yang merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih. Terna semusim dengan panjang 30-50 cm ini merambat pada lumpur dan tempat-tempat yang basah seperti tepi kali, rawa-rawa, atau terapung di atas air. Biasa ditemukan di dataran rendah hingga 1.000 m di atas permukaan laut.
Kangkung air merupakan salah satu jenis dari keluarga kangkung-kangkungan. Selain kangkung air, juga dikenal kangkung darat. Tanaman kangkung terdiri dan dua varietas, yakni kangkung daratyang disebut kangkung cina dan kangkung air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Perbedaan antara kangkung darat dan kangkung air terletak pada warna bunga. Kangkung air berbunga putih kemerah-merahan, sedangkan kangkung darat bunga putih bersih. Perbedaan lainnya pada bentuk daun dan batang. Kangkung air berbatang dan berdaun lebih besar daripada kangkung darat. Warna batangnya juga bebeda. Kangkung air berbatang hijau, sedangkan kangkung darat putih kehijau-hijauan. Lainnya, kebiasaan berbiji. Kangkung darat lebih banyak bijinya daripada kangkung air itu sebabnya kangkung darat diperbanyak lewat biji, sedangkan kangkung air dengan stek pucuk batang.
Pada awalnya kangkung berasal dari India, kemudian banyak pedagang yang membawanya berlayar ke berbagai negara seperti  Myanmar, Cina Selatan, Australia, Afrika, Malaysia dan Indonesia. Di Cina, kangkung disebut dengan nama weng cai, di Eropa swamp cabbage, water conuoiibis, atau ada pula yang menyebutnya water spinach.
Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat. Di Kecamatan Muting kabupaten Merauke, Papua, kangkung merupakan lumbung hidup sehari-hari. Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar, kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual ke pasar.

MANFAAT
Kangkung termasuk sayur yang sangat populer. Biasa dibuat tumis, cah, atau lalap. Kangkung ternyata juga berkhasiat sebagai antiracun dan bisa mengobati berbagai gangguan kesehatan. Kangkung berfungsi sebagai penenang (sedatif) dan mampu membawa zat berkhasiat ke saluran pencernaan. Itulah sebabnya, tanaman ini mempunyai kemampuan menetralkan racun di tubuh.
Bagian tanaman kangkung yang paling penting adalah batang muda dan pucuknya sebagai bahan sayur-mayur. Menurut Dr. Setiawan, kangkung mempunyai rasa manis, tawar, sejuk. Sifat tanaman ini masuk ke dalam meridian usus dan lambung. Efek farmakologis tanaman ini sebagai antiracun (antitoksik), antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghentikan perdarahan (hemostatik), sedatif (obat tidur). Kangkung juga bersifat menyejukkan dan menenangkan.
Tanaman bernama daerah kangkueng (Sumatera), pang pung (Nusa Tenggara), kangko Sulawesi), utangko (Maluku) ini enak rasanya dan memiliki kandungan gizi cukup tinggi. Selain vitamin A, B1, dan C, juga mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, karoten, hentriakontan, sitosterol.
Beberapa peran kangkung bagi tubuh kita:
1.    Vitamin yang terkandung dalam kangkung sangat menunjang kesehatan, karena masing-masing vitamin mempunyai peranan penting dalam tubuh.
a.         Vitamin A bagus untuk kesehatan mata
b.        Vitamin B membantu proses metabolisme tubuh
c.         Vitamin C menjaga daya tahan/kekebalan tubuh
d.        Vitamin K penting dalam proses pembekuan darah pada luka
2.    Menetralkan Racun
Kangkung berfungsi sebagai penenang (sedaktif) dan mampu menetralisir racun serta menghilangkannya dari dalam tubuh. Oleh sebab itu tubuh menjadi relaks. Herminia de Guzman Ladion, pakar kesehatan dari Filiphina, memasukkan kangkung dalam kelompok tanaman penyembuh ajaib. Di negara tersebut, tanaman kangkung di pakai untuk menyembuhkan sembelit dan obat bagi mereka yang sedang melakukan diet. Akar kangkung juga berguna untuk mengobati penyakit wasir.
3.    Penuh Zat besi dan mineral.
Zat besi berperan penting dalam proses pembentukan hemoglobin. Jadi bagi para penderita kekurangan darah (anemia) tidak ada salahnya menyantap jenis sayuran ini. Baik juga di konsumsi bagi wanita yang sedang menstruasi untuk cepat mengembalikan fungsi darah. Selain itu zat besi dapat meningkatkan konsentrasi otak, serta sel darah merah meningkat sehingga aliran oksigen ke otakpun menjadi lebih maksimal.
4.    Pemasok Betakaroten
Kangkung mengandung betakaroten yang merupakan salah satu zat antioksidan yang sangat berguna melawan radikal bebas. Radikal bebas adalah awal dari berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung. Betakaroten juga di kenal sebagai unsur pencegah kanker kulit dan paru. Hal ini dikarenakan betakarotin dapat menjangkau lebih banyak bagian-bagian tubuh dalam waktu relatif lama dibandingkan Vitamin A sehingga memberikan perlindungan lebih optimal terhadap munculnya kanker.
5.    Kaya Akan Serat
Kangkung kaya akan serat yang bermanfaat untuk mengikat asam empedu dan kolesterol serta membawanya keluar bersama feses.
Selain manfaat diatas kangkung juga berkhasiat untuk mengatasi mimisan, haid terlalu banyak, sakit kepala, ambeien, insomnia, sembelit dan mual bagi ibu hamil, gusi bengkak, sakit gigi, disuria (sulit buang air kencing), keracunan makanan, gatal di kulit, bisul, kapalan bahkan air rebusan kangkung dapat berkhasiat menghilangkan ketombe.



RINDANG YULIANI (J1C110014)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar